Aku adalah salah satu penggemar budaya Jepang, tapi tidak seekstrim Otaku atau kategori penggemar budaya Jepang lainnya. Aku suka budaya Jepang terutama anime dan lagunya yang unik dan berlirik kreatif karena mengingatkan aku pada masa kecil. Dan kebanyakan hal yang kusuka dari Jepang adalah yang berhubungan dengan masa kecilku. Anime masa kecil favoritku salah satunya Hunter x Hunter (sudah tamat bulan-bulan kemarin). Koleksi animeku yang sudah ditonton pun hanya berkutat di anime jadul.
Untuk menambah ilmu beberapa tahun lalu meminta ayah untuk membelikan buku belajar Bahasa Jepang, lalu dibelikan dua buah buku, ditambah satu buku hasil minjem ke Meilani teman SMA-ku. Tapi dengan kesibukanku bersama kemalasan baru belajar beberapa bab selanjutnya terbengkalai.
Aku putuskan untuk belajar lagi dan menuliskan apa yang aku pelajari di blog ini. Insyaallah akan terus diperbaharui sebagai bahan pembelajaran aku dan teman-teman pembaca.
 |
| Gambar: sukmonogagat.wordpress.com |
Tata Bahasa
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam belajar Bahasa Jepang adalah apakah dalam kalimat memiliki kata kerja atau tidak. Dalam Bahasa Jepang kata kerja selalu diletakan pada akhir kalimat. Jika tidak ada maka diakhiri dengan partikel desu.
Contoh kalimat yang tidak memiliki kata kerja (dicampur dengan Bahasa Indonesia):
- Saya Achmad Hadi Kurnia desu.
- Dia (laki-laki) dokter desu.
Partikel desu sendiri tidak memiliki arti.
Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bahwa setelah subjek selalu diikuti partikel wa. Subjek bisa berupa topik kalimat atau pokok kalimat. Partikel wa sendiri sebenarnya tidak mempunyai arti, tapi kadang sepadan dengan kata adalah dalam Bahasa Indonesia.
Maka contoh diatas digabungkan akan menjadi:
- Saya wa Achmad Hadi Kurnia desu.
- Dia (laki-laki) wa dokter desu.
Kata saya dan dia merupakan subjek, maka harus diikuti dengan partikel wa.
Kalimat diatas jika terjemahkan ke dalam Bahasa Jepang menjadi:
- Watashi wa Achmad Had Kurnia desu.
- Kare wa isha desu.
Lalu bagaimana jika ingin kalimat diatas menjadi bentuk negatif? Solusinya dengan mengganti partikel desu dengan ja arimasen. Berikut contohnya:
- Watashi wa Achmad Had Kurnia ja arimasen.
- Kare wa isha ja arimasen.
Terakhir, bagaimana cara untuk merubah kalimat diatas menjadi bentuk kalimat tanya positif maupun negatif? Caranya adalah dengan menambahkan partikel ka diakhir kalimat.
- Watashi wa Achmad Had Kurnia (desu | ja arimasen) ka?
- Kare wa isha (desu | ja arimasen) ka?
Kosa Kata
- Watashi = Saya
- Anata = Kamu
- Kare = Dia laki-laki
- Kanojo = Dia perempuan
- Dare = Siapa?
Latihan
Susunlah kata-kata berikut menjadi bentuk positif, negatif dan tanya positif dan tanya negatif.
- Gakko (sekolah)
- Okasan (ibu)
- Otosan (ayah)
- Gakusei (siswa)
- Enpitsu (pensil)