![]() |
| Awan Comulonimbus |
Akhir tahun lalu terjadi tragedi jatuhnya pesawat Air Asia QZ-8501 disekitar selat karimata dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember 2014 lalu. Pesawat yang mengangkut penumpang 155 serta 7 awak ini diperkirakan jatuh karena gangguan dari awan Comulonimbus (Cb).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan dilokasi hilangnya pesawat Air Asia ditemukan awan Comulonimbus yang sangat tebal mencapai 5-10 Km. Dilaporkan pula oleh jaringan pemantau cuaca bahsa disekitar jalur penerbangan Air Asia QZ-8501 terdapat petir menyambar.
Sebagai informasi keberadaan awan Comulonimbus menjadi musuh bersama dunia penerbangan karena dapat menyebabkan turbolensi. Butiran es yang mengalir dan masuk ke dalam mesin dapat pula membuat baling-baling patah dan menyebabkan mesin pesawat mati. Walau sudah ada penangkalnya, petir pun dapat menyebabkan rusaknya sistem elektronik pesawat.
Fakta-fakta awan Comulonimbus yang menyebabkan pesawat Air Asia jatuh ini membuktikan kebenaran kitab suci Al-Quran Surat An-Nur (24) ayat 43, 14 abad lalu.
''Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu mengumpulkannya. Allah kemudian menjadikan awan-awan tersebut bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia juga menurunkan butiran-butiran es dari gumpalan-gumpalan awan yang besarnya bagaikan gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatannya hampir-hampir menghilangkan penglihatan."
Subhanallah. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.



